Meski istilah Cantik biasanya mengambarkan orang dengan bentuk fisiknya menarik, tetapi sebenarnya defenisi Cantik lebih dari itu. Orang yang di katakan cantik bukan hanya memiliki ciri fisik yang menarik saja, melainkan juga memiliki jiwa dan hati yang baik.
Seperti di lansir LifeBuzz.com, Evita Delmundo. Sejak kecil sering kali di bully karena memiliki banyak sekali tahi lalat di sekujur tubuhnya, dia sering merasa tertekan saat teman-teman sekolahnya mengtakan '' Monster'' kepadanya. Tapi seiring dengan bertambah usianya Evita mulai belajar bahwa kecantikan jauh lebih dalam dari pada hanya berpenampilan menarik.
Dia akhirnya menerima penempilan fisiknya dan sekarang dia pun mulai bertekad bahwa memiliki ciri fisik yang berbeda dengan orang lain itu baik-baik saja, saat ini tujuan utamanya yang inggin dia wujudkan ialah mengikuti kontes kecantikan yaitu Miss Universe 2018.
Saat ini kita hidup Zaman di mana orang di nilai dari penampilanya, bukan apa yang dia lakukan.
Hidup di zaman seperti ini memang sangat mudah untuk merasa tidak aman, namanya Evita Delmundo, bagaimanapun dia telah mengajarkan kita bahwa kecantikan telah berevolusi melewati standar khas pada umumnya.
Evita Delmundo lahir dengan tahi lalat di sekujur tubuhnya.
Meskipun pada awalnya sulit menerima kondisi tubuhnya yang berbeda dengan manusia pada umumnya, Delmundo belajar menerima penampilanya yang unik dan berhenti memperdulikan omongan miring orang lain menyankut dirinya.
Bahkan, Wanita berusia 20 tahun tersebut baru saja mengikuti audisi Miss Universe 2018 di Malaysia.
Delmundo telah mengajarkan kita bahwa penampilan bukanlah segalanya, dia mengungkapkan bahwa seandainya dia tidak masuk sebagai kontestan Miss Universe dia akan mengikuti kontes kecantikan lainya.
Berdarah Campuran Rungus-Filipina, Lahir dan besar di Kota Kinabalu, Sabah.
Sebagai anak tertua kedua dari lima bersaudara, saat ini dia bekerjah paruh waktu di sebuah kafe semabri bercita-cita sebagai ratu kecantikan. Delmundo sangat menyukai bernyanyi, bermain gitar, dan mengambar semua ini dia lakukan untuk menggisi waktu luangnya.
Dia harus menghadapi Bullying karena sebagaimana penampilanya.
Semasa masih di sekolah dasar, anak-anak lain seringkali menyebutnya "Monster", sanggat sulit baginya sehinga sesring di selalu meminta ayahnya menemani saat di Sekolah.
Seiring dengan bertambah usianya, bullying pun berkurang.

Sejak usianya beranjak 16 tahun Delmundo mulai aktif di gereja di situ dia mulai belajar menerima dirinya dan untuk siapa dirinya.
Sebelumya Delmundo sempat berpikir untuk menghilangkan Tahi lalatnya.
Sempat berkonsultasi dengan dokter mengenai tahi lalat yang inggin di hapusnya, tapi sayang prosedurnya beresiko buat kesehatannya, jadi dia menerimah sepenuhnya keunikan tubuhnya itu. Tetapi setelah melihat kebelakang dengan Hal-hal yang pernah di laluinya Delmundo malah bersyukur terlahir dengan kondisi tubuh seperti itu.
Saat berhadapan dengan komentar negatif kepadanya, Delmundo sering mengabaikannya.
Ketika orang lain menatap atau berkomentar buruk tentangnya dia merasa tidak perlu lagi untuk melawan "pembenci tidak pantas dapat perhatian saya" ungkapnya.
Orang yang baik pantas mendapatkan pujian.
Menurutnya sala satu komentar terbaik yang ia dapatkan yaitu dari sala seorang yang mengidolakanya dan memandang sebagai sosok inspiratif.









0 komentar:
Post a Comment