Sempat hebohkan warganet dengan keputusan sepihak pemblokiran Telegram lantaran dinilai banyak sekali kanal di layanan pesan instan tersebut yang dianggap bermuatan konten negatif, seperti propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, dan lain-lain.
Termasuk di dalamnya ditemukan ajakan cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing image (gambar tidak pantas), dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.,
Akibat dari keputusan sepihak tersebut, situs Kominfo terkena serangan daface oleh oknum tak bertangung jawab yang di mana oknum tersebut mengungah sebuah file ke situs tersebut sehinga terlihat seperti sedang terkena hack.
Namun perihal kabar tersebut Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan bahwa situs Direktorat E-Business dengan tautan pse.kominfo.go.id tidak kena retas, hanya kelakuan oknum yang tidak bertangung jawab dengan sengaja memasukan sebuah file jadi terlihat seperti sedang terkena serangan Hack.
Sampai saat ini instansi tersebut masih mengejar pelaku tersebut, saat ini tim Kominfo masih mengecek situs tersebut, namumun masih belum juga menemukan onkmunya,sampai saat ini hanya srver saja yang di perbarui

0 komentar:
Post a Comment