Friday, November 17, 2017

Setelah Belajar Lewat Game Call Of Duty, Pria Ini Bunuh 77 Orang Dengan Alasan Yang Ngak Masuk Akal


Game merupakan sarana hiburan paling pas untuk sebagian orang kala mengisi kekosongan waktu terlepas dari aktifitas keseharianya, namun apa jadinya jika seseorang mengunakan game sebagai sarana pelatihan untuk membunuh orang lain.

Ya, seperti yang di lakukan pria dengan nama Anders Breivik yang mengunakan game kesukaanya sebagai media untuk mengahabisi nyawa orang-orang yang tak berdosa.

Di lansir dari laman Wittyfeed.com, Anders Breivik diklaim telah menembaki 69 pemuda di sebuah kamp politik Partai Buruh Norwegia di Pulau Utoya, Norwegia. Setelah sebelumnya ia sempat membunuh delapan lainya dengan cara membom sebuah gedung pemerintah, dengan demikian total korbanya mencapai 77 orang yang membuat dirinya di cap sebagai pelaku penembakan massal paling mematikan sepanjang sejarah Eropa moderen.

Namun hal mengejutkan justru datang dari catatan manifestonya, Breivik yang merupakan seorang yang senang bermain game online ini, mengakui kalau dia mengunakan Game Call Of Duty: Modern Warfare 2 sebagai simulator pelatihan untuk menghabisi nyawa para korbanya.

Motif utama yang memicu Breivik melakukan pembatain ini karena ia meyakini bahwa Partai Buruh Norwegia mengunakan paham Islamisasi ( ISIS) dalam pertarungan politik mereka di Norwegia, Kemarahan inilah yang membuat ia menyerang Kamp Pemuda dari Partai Buruh Norwegia, dengan alasan ingin menyelamatkan Eropa dari paham Islam Radikal. 


Akibat dari aksi kejamnya tersebut, Breivik dijatuhi hukuman paling sedikit sepuluh tahun di penjara dan maksimal 21 tahun namun dapat diperpanjang tanpa batas waktu berdasarkan bahaya yang ditimbulkan kepada publik. Ini merupakan hukuman maksimum yang tersedia berdasarkan hukum di Norwegia.

0 komentar:

Post a Comment